Senin, 16 Mei 2016

belajargis_official

Koordinat Peta Geografis vs UTM

     Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta.  Karena permukaan bumi fisis tidak teratur, maka sulitlah melakukan perhitungan-perhitungan dari hasil ukuran (pengukuran).  Untuk itu dipilih suatu bidang yang teratur yang mendekati bidang fisis bumi yaitu bidang elipsoid dengan besaran-besaran tertentu

BACA : Klasifikasi Image secara otomatis pada Arcgis



         Peta merupakan gambar permukaan permukaan bumi pada bidang datar dalam ukuran yang lebih kecil.  Dalam hal ini posisi titik-titik pada peta ditentukan terhadap sistem siku-siku x dan y, sedang posisi titik-titik pada permukaan bumi ditentukan oleh lintang dan bujur (j dan l).  Di dalam konstruksi suatu proyeksi peta , bumi biasanya digambarkan sebagai bola  (dengan jari-jari R = 6370,283 km).
ada dua proyeksi peta yang dianjuurkan di bidang Kehutanan yaitu Koordinat Geografis dan Koordinat UTM


  1. bidang proyeksi adalah silinder, artinya semua titik di atas permukaan bumi diproyeksikan pada bidang silinder yang kemudian didatarkan.
  2. biasanya kedudukan sumbu simetri normal dan transversal.
  3. pada umumnya silinder menyinggung bola bumi.  Silinder yang memotong bola bumi biasanya pada kedudukan transversal (UTM)
  4. lingkaran-lingkaran merisian diproyeksikan menjadi garis-garis lurus yang sejajar.  Lingkaran-lingkaran paralel diproyeksikan menjadi garis-garis lurus yang sejajar dan tegak lurus dengan lingkaran-lingkaran meridian
  5. Bidang silinder akan memotong bola bumi di dua buah meridian, yang disebut meridian standar dengan faktor skala (k) = 1.
  6. Lebar zone (wilayah) sebesar 60, dengan demikian bumi dibagi dalam 60 zone.
  7. Tiap zone mempunyai meridian tenngah sendiri.
  8. Perbesaran di meridian tengah = 0,9996
Koordinat Geografis
1.  Bujur
Bujur suatu tempat (titik) adalah busur yang diukur (dalam derajat) pada suatu paralel antara tempat tersebut dengan “prime meridian” (=meridian Greenwich).  Meridian Greenwich mempunyai harga bujur 00.
Bujur dari suatu titik tertentu pada bola bumi diukur ke timur atau ke barat dari meridian Greenwich.  Harga bujur berkisar 00 sampai 1800 ke timur atau ke barat.  Apabila suatu titik hanya diketahui bujur saja, kita tidak dapat mengetahui lokasi secara teliti karena dengan bujur yang sama dapat terletak pada suatu meridian penuh.  Dengan perkataan lain suatu meridian dapat didefinisikan sebagai suatu garis yang menjadi tempat kedudukan semua titik yang mempunyai bujur yang sama.
Panjang bujur setiap 10 dalam miles/kilometer tidak tetap tergantung dari letak paralel.  Jarak yang paling besar adalah di ekuator karena ekuator merupakan lingkaran besar.  Panjang bujur 10 di ekuator = 111,322 km
BACA : Cara Memberikan Koordinat pada peta yg belum ada Koordinatnya
Contoh suatu tempat di Sulawesi Selatan terletak pada 119020’12” , artinya tempat tersebut berjarak 119020’12” dari garis Prime Meridian.


2.  Lintang
Lintang suatu tempat didefinisikan sebagai busur yang diukur  (dalam derajat) pada suatu meridian antara tempat tersebut dengan ekuator.  Lintang mempunyai harga dari 00 pada ekuator sampai 900 di kutub utara dan kutub selatan
Apabila suatu tempat  (titik) diketahui lintang dan bujur berarti lokasi dapat ditentukan dengan teliti yang merupakan koordinat geografis
Garis Ekuator membagi bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi bagian utara dan belahan bumi bagian selatan.  Garis ekuator ini merupan tempat kedudukan titik-titik nol untuk posisi lintang. Ke arah utara besarnya lintang adalah 900 (Lintang Utara) dan begitu juga ke arah Selatan, dimana kutub selatan mempunyai lintang 900 Lintang Selatan (LS).
Kedudukan suatu tempat ditentukan oleh letak bujur dan lintang tempat tersebut; sebagai contoh suatu titik mempunyai posisi sebagai berikut 119010’12” BT dan 5014’10” LS, artinya titik tersebut terletak 119010’12” dari garis Prime Meridian ke arah Timur dan sebesar 5014’10” dari Ekuator ke arah Selatan.
a. Proyeksi Silinder
Sifat-sifat proyeksi silinder :


  1. bidang proyeksi adalah silinder, artinya semua titik di atas permukaan bumi diproyeksikan pada bidang silinder yang kemudian didatarkan.
  2. biasanya kedudukan sumbu simetri normal dan transversal.
  3. pada umumnya silinder menyinggung bola bumi.  Silinder yang memotong bola bumi biasanya pada kedudukan transversal (UTM)
  4. lingkaran-lingkaran merisian diproyeksikan menjadi garis-garis lurus yang sejajar.  Lingkaran-lingkaran paralel diproyeksikan menjadi garis-garis lurus yang sejajar dan tegak lurus dengan lingkaran-lingkaran meridian
Salah satu bentuk proyeksi silinder transversal adalah proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM).  Dalam proyeksi ini :


  1. Bidang silinder akan memotong bola bumi di dua buah meridian, yang disebut meridian standar dengan faktor skala (k) = 1.
  2. Lebar zone (wilayah) sebesar 60, dengan demikian bumi dibagi dalam 60 zone.
  3. Tiap zone mempunyai meridian tenngah sendiri.
  4. Perbesaran di meridian tengah = 0,9996
b.  Penentuan zone
     Dalam sistem koordinat UTM garis paralel dibagi ke dalam zona-zona, dimana lebar setiap zona adalah 60.  Zone nomor 1, dimulai dari daerah yang dibatasi oleh meridian 1800 B dan 1740 B dan dilanjutkan ke arah timur sampai nomor 60.  Batas paralel tepi atas dan tepi bawah adalah 840 utara dan 800 selatan.  Dengan demikian untuk daerah kutub harus diproyeksikan dengan proyeksi lain.

belajargis_official

About belajargis_official -

Author Description here.. belajararcgis.blogspot.co.id

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
18 Agustus 2020 pukul 21.00 delete

Terimakasih buat utak-atik koordinat GCS dan UTM nya. penjelasanya sangat membantu saya untuk lebih memahami sistem koordinat.
jangan lupa kunjungi web kampus saya ISB Atma Luhur

Reply
avatar